Sinar Kota

Sepinya kota peradaban

hutan batu kiri dan kanan.

Di sini

siangnya mati tiada seri.

Malamnya gemilang

noda sumbang anak watan

drama aksi kalah wayang.

 

Sore ini,

mentari kian malu di ufuk barat

semilir lembut membawa kisah

suka duka keluh kesah

warga pendahaga ilmu.

 

Tak semua sedar

warna dunia kian pudar

sirna dikikis kerakusan.

 

Di celah-celah bingit suara kota

gemersik nada irama

menitip doa dalam kepasrahan.

 

Sepinya kota peradaban

walau meriah riuh-rendah

tapi tandus gersang keinsafan

kering layu kesopanan.

 

Hanya secebis warga setia di rumah-Nya.

Pendahaga ilmu,pemburu redha.

 

Nukilan pada:8 November 2008

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s