Pantun Budi

Bunga jambangan dipotong jangan,

            Dijaga rapi tidak terkulai;

Cantik luaran bukan pandangan,

            Kalau budi tidak dipakai.

 

Buah pisang buah durian,

            Dibawa ke jeti dari Ulu Langat;

Kasih dan budi bukan mainan,

            Jasad mati jasa diingat.

 

Pohon cermai bauh nanas,

            Bayang redup pokok rumbia;

Budi disemai jasa bertunas,

            Naungan hidup dipandang mulia.

 

Pegaga di laman tumbuh melata,

            Pohon melati bunga menjadi;

Cantik luaran nampak di mata,

            Cermin hati pantulan budi.

 

Baru bertunas si pohon pulai,

            Lebat buahnya si pohon pulasan;

Kilauan emas penentu nilai,

            Budi bahasa harganya insan.

 

Kampung Lonek aman dan damai,

            Sawah terbentang hijau saujana;

Baut baik budi disemai,

            Kasih berkembang ukhuwah terbina.

 

Jalan membawa pisang setandan,

            Pergi menyusur ke Kampung Permai;

Selagi nyawa dikandung badan,

            Budi ku tabur jasa ku semai.

 

Mari membeli cincin suasa,

            Cincin suasa dalam negeri;

Orang berbudi kita berbahasa,

            Sama merasa sama memberi.

 

Disusun pada 8 Julai 2009

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s