Archive | Oktober 2015

Syair Merindu Kanda 2

Duhai raga bisikan hati,

Apa dikenang rintih sendiri,

Orang nan jauh nan dirindui,

Entahkan dia sama merasai.

Detik berganti hari berlalu,

Bayangnya persis merasuk kalbu,

Kejap termenung kejap termanggu,

Tiada pasti apa ditunggu.

Senyuman manis jadi igauan,

Wajahmu jua dalam bayangan,

Kata madahmu teringat-ingatkan,

Sungguhlah aku di awang-awangan.

Wahai kalbu bawalah sabar,

Tiap nan sakit ada penawar,

Usah hanyut terlupa akar,

Kuatkan iman jadilah tegar.

Advertisements

Syair Merindu Kanda

Duhai hati aduhai nyawa,

Apa gerangan rasa di jiwa,

Setiap waktu terkenang dia,

Badai rindu hebat melanda.

Duduk diam asyik terkenang,

Suara gemersik bagai terngiang,

Raut wajah terbayang-bayang,

Entahkan kasih entahkan sayang.

Ayuhai kanda apa gerangan,

Aku dibiar tanpa jawapan,

Bagai orang nan keracunan,

Dibiar mati perlahan-lahan.

Ku pejam mata menghela nafas,

Sungguh cinta tidak terlafaz,

Di dalam hati bagai berbekas,

Luka yang lama masih beralas.

Aduhai raga sanubari ku,

Kuat dan sabar menempuh liku,

Usah biar nafsu mengganggu,

Pada Allah doa selalu.

This entry was posted on Oktober 11, 2015, in Syair. 4 Komen

Bila Dia

Bila dia kata rindu

detak jantung berlagu

nadanya tak menentu

melodinya haru biru.

Bila dia kata suka

fikiranku tak menentu hala

entah apa melanda

aku bak separuh gila.

Bila dia menyepi

rinduku pula menghantui

tertanya-tanya sendiri

berharap tiada pasti.

Bila dia hadir

senyum ku terukir.

Bila dia hilang

aku jadi walang.

Biar Dulu

Bagaimana nak ku kata

Tentang rasa yang ada

Tentang rindu seakan menjelma.

Dendam marah nan lalu

Masih di situ

Tapi kalbu bagai kalah

Disapa pesona mengundang gundah.

Betapa aneh bisikan

Gemersik memanggil perasaan

Mengenang dan membayangkan

Seolah-olah rela dipermainkan.

Mudahnya tergoda

Seperti tewas dibadai samudera.

Aku menggesa hati

Usah kecundang lagi

Biar dulu.

Biar berlalu.